Asesmen Nasional, Paradigma Baru Evaluasi Pendidikan Nasional

Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar Episode 5 dengan tema “Asesmen Nasional, Paradigma Baru Evaluasi Pendidikan Nasional”. (Tangkap Layar: YouTube KEMENDIKBUD RI)

Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) episode 5 yang diadakan pada Kamis, (2/9). SMB kali ini menyampaikan Asesmen Nasional yang menggantikan Ujian Nasional  sebagai paradigma baru untuk evaluasi pendidikan di Indonesia. Tiga narasumber membawakan materinya pada kesempatan ini, yaitu Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Muhammad Haris selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, dan Evi Ghozaly selaku Konsultan Pendidikan.

Acara yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom Meeting dan juga Live Streaming di kanal YouTube Kemendikbud RI ini dipandu oleh Ratih Anbarini selaku moderator. Sebagai pembukaan dari acara tersebut, Ratih Anbarini menyampaikan tujuan dari dilaksanakannya sistem Asesmen Nasional itu sendiri.

“Kemendikbudristek akan menyelenggarkan Asesmen Nasional yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan September 2021, Asesmen Nasional bertujuan untuk memetakan sistem pendidikan nasional berupa input, proses dan hasil melalui serangkaian tahapan.” ujarnya.

Selanjutnya ia menambahkan penuturan menurut Mendikbudristek Nadiem Makarim, “Asesmen Nasional juga dilaksanakan untuk mengautentifikasi dampak learning loss selama Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ yang sudah berlangsung selama 1,5 tahun.”

Pada kesempatannya, Anindito menjelaskan bahwa Asesmen Nasional merupakan salah satu program prioritas bagian dari merdeka belajar yang memiliki tujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di semua sekolah yang ada di Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa Asesmen Nasional sendiri sangat berbeda dengan Ujian Nasional.

“Pemerintah Pusat tidak lagi melakukan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik, melainkan yang kita lakukan adalah mengevaluasi terhadap sistem pendidikannya.” Dalam penjelasannya tersebut ia juga mengatakan tidak ada lagi penilaian pada para siswa juga para pengajar, tetapi lebih mengedepankan pengembangan kompetensi juga karakter dari para siswa.

Sedangkan menurut narasumber kedua pada acara ini, Muhammad Haris, hal tersebut dianggap sangat bermanfaat untuk meningkatkan sumber daya manusia dengan pencapaian kompetensi pada usia sekolah dan sangat sejalan dengan visi dan misi dari pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Terakhir sebagai pesan penutup, Evi Ghozaly menyampaikan harapan terhadap program Asesmen Nasional agar semua saling bekerja sama bahu membahu sehingga pendidikan nasional menjadi lebih baik lagi sesuai dengan harapan dan tujuan dari merdeka belajar.

Di akhir acara, Ratih Anbarini smengingatkan Webinar Silaturahmi Mereka Belajar ini akan dilakukan secara berkala di tiap minggu dengan tema yang menarik, “Nantikan Webinar episode berikutnya, tentu saja dengan tema yang tidak kalah menarik.” tutupnya.

Ditulis oleh: Lhudfia Indah Khasanah, Romanti

0 komentar

Mari berkomentar

Email anda tidak akan ditampilkan.