Peluncuran Awal Gernas BBI #AromaMaluku

Peluncuran awal gerakan nasional bangga buatan Indonesia #AromaMaluku pada Jum’at, (24/9).

Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaksanakan peluncuran awal Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) #AromaMaluku pada Jumat, (24/09/21) lewat live streaming YouTube Kemendikbud RI. Acara dipandu oleh Abdur Arsyad dan Putri Ayudya, juga menghadirkan beberapa narasumber.

Presiden Joko Widodo mencanangkan Gernas BBI pada 14 Mei 2020 sebagai upaya yang menggabungkan masyarakat, pemerintah, e-commerce, dan pengadaan pemerintah untuk bersama memulihkan kondisi ekonomi Indonesia pasca pandemi. Gernas BBI bertajuk “Aroma Maluku” ini diselengarakan dengan lokasi usaha di Provinsi Maluku.

Acara dibuka dengan penampilan Seni Budaya Khatulistiwa asal Maluku, yaitu Tarian Saureka-reka. Kemudian, penonton dipersilakan berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim.

“Pemulihan pendidikan dan kebudayaan kita saat ini ditentukan oleh para guru dan pelaku budaya yang terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar dan Merdeka Berkarya. Di samping itu dalam upaya kita membangkitkan ekonomi nasional, kita juga punya para wirausahawan UMKM yang terus berkontribusi mendorong perekonomian Indonesia,” ujar Menteri Nadiem.

Wikan Sakarinto, selaku Dirjen Pendidikan Vokasi menyebutkan terdapat 10 webinar, lima event, acara besar Jalur Rempah dan Pemajuan Desa Budaya yang dapat diikuti publik dalam Gernas BBI #AromaMaluku.

“Tujuan utamanya adalah mari kita bela produk Indonesia dengan cara membeli produk Indonesia. Kita bela produk teman-teman kita, dengan cara membeli produk teman-teman kita.” Tambahnya.

Hilmar Farid, selaku Dirjen Kebudayaan menjelaskan bahwa sandang dan pangan merupakan potensi yang sangat besar dari kearifan lokal dan menjadi produk unggulan untuk mendukung Gernas BBI.

“Kawasan ini tingkat keanekaragaman hayatinya tinggi sekali yang ada di darat dan laut. Dan itu kalau dikembangkan saya kira potensinya luar biasa. Kalau bicara produk unggulan, kita sudah unggul dari zaman dulu. Rempah-rempah kita sudah mendunia sejak seribu tahun lalu.” Ujarnya.

Insun Sangadji, selaku plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku menyebutkan bahwa Maluku memliki kekayaan alam luar biasa yang dijadikan potensi lokal yang dapat dikembangkan.

“Cengkeh dan pala bisa kami olah menjadi berbagai macam produk, seperti produk kesehatan. Kemudian, kita juga punya bahan daerah yang bisa kita olah menjadi pakaian khas Maluku, dan tenun ciri khas Maluku yang hampir di semua tempat ada.” Tuturnya.

Hilmi Adrianto, selaku Head of Public Policy and Government Relations Tokopedia menyebutkan bahwa Tokopedia selaku loka pasar dalam negeri berkomitmen memajukan UMKM Indonesia di masa pandemi.

“Tokopedia dalam Gernas BBI melakukan dua hal, yang pertama dari UMKM-nya kita men-digitalisasi, bagaimana supaya mereka segera on board masuk ke dalam platform digital. Dan yang kedua adalah menciptakan ­demand-nya.” Jelasnya.

Acara ditutup dengan salam dan ucapan terima kasih antara pembawa acara dan narasumber, kemudian menampilkan Band Itjen Kemendikbudristek membawakan lagu asal Maluku.

Ditulis oleh: Evira Devi, Romanti

0 komentar

Mari berkomentar

Email anda tidak akan ditampilkan.