Sambut Hakordia, Itjen Gelar DKT Pencegahan Korupsi

Haryono Umar, Bibit Samad Rianto dan Gimbal dalam DKT Pencegahan Korupsi Itjen dalam rangka sambut Hakordia, Sabtu, (20/11)

Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) – Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pencegahan korupsi di Indonesia, sekaligus dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember mendatang, Inspektorat jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pencegahan Korupsi pada Kemendikbudristek. Acara dilakukan secara hybrid (gabungan daring dan luring) pada Sabtu, (20/11). DKT Pencegahan Korupsi pada Kemendikbudristek luring digelar di Jakarta secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat, sementara peserta lain menyaksikan via Zoom conference dan juga YouTube, namun tidak mengurangi khidmat dalam pelaksanaanya.

Hadir dalam DKT 3 narasumber Haryono selaku Dekan Pascasarjana Perbanas Institut; Bibit Samad Rianto selaku Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK); Gimbal Doloksaribu yang merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pesartuan Profesor/Guru Besar Indonesia (DPP PERGUBI).

Diskusi dipandu oleh Nunung Karyaningsih selaku moderator dalam diskusi bersama ketiga narasumber. Pemaparan materi pertama dimulai dengan Haryono dengan materi “HU-Model New Effective Strategy in Combating Corruption”. Dalam materinya ia menjelaskan tentang hasil deteksi HU – Model terdapat 4 komponen: 1. Komponen Utama yaitu kehilagan intergritas; 2. Komponen Kedua merupakan Tekanan dan Kesempatan; 3. Komponen Ketiga ialah Kemampuan; dan 4. Komponen Keempat merupakan pembenaran.

Dilanjutkan oleh Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Bibit, ia mengakatan mendirikan Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) dengan senjata moral yang mempunyai tujuan memperbaiki moral bangsa Indonesia. Dalam materinya ia memaparkan Konsep Dasar Anti Korupsi PP IKAK UBJ, terdapat 4 Konsep: 1. Penjelasan tentang Korupsi (Apa itu Korupsi?); 2. Cara Menanggulangi Korupsi dengan pola deteksi – aksi dengan menggunakan 6 kegiatan Penanggulangan Korupsi (Deteksi – Pencegahan – Penangkalan – Penindakan – Rehabilitasi dan Pembelajaran Anti Korupsi).; 3. Peran Entitas Pembangunan Nasional dalam Penanggulangan Korupsi; dan yang terakhir 4. Cara membawa bangsa ini menuju Indonesia tanpa korupsi.

Terakhir, Gimbal memaparkan yaitu Kontribusi Profesor Mengatasi Persoalan Bangsa. Menurutnya, kapasitas dan potensi yang memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan negeri ini, kualitas sumber daya manusia pada aspek kecerdasan ilmu, keluasan pengetahuan, kematangan pengalaman, memiliki intergritas dan loyalitas sebagai insan pemimpin yang mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia, selain itu juga memiliki komitmen dalam menjalankan tugas akan selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentingan lainnya baik pribadi individu, keluarga maupun kelompok, memiliki moralitas dan kepribadian yang lebih baik, termasuk kesehatan jasmani dan rohani yang cukup terjamin. Dengan demikian kita memiliki pemimpin baik di pusat (nasional) maupun daerah yang prima siap bersama rakyat membangun dalam terwujudnya kesejahteraan sebagaimana yang dicita-citakan.

Diskusi diakhiri dengan sesi tanya jawab, dan ditutup oleh Moderator.

Ditulis oleh: Nadifah, Romanti

1 komentar

ali umar berkata:

akan kami share sebagai informasi ke website lldikti wilayah 13 aceh

Mari berkomentar

Email anda tidak akan ditampilkan.