Lawan Penyuapan dengan 7 Prinsip Itjen Kemendikbudristek

Kasus penyuapan merupakan salah satu kasus korupsi yang bisa terjadi di lingkungan perusahaan bahkan pada organisasi pemerintah Indonesia. Pada masalah ini, tentu perlu ada pengawasan yang dilakukan dalam pencegahannya.

Irjen Chatarina dan jajaran pimpinan Itjen Kemdikbudristek dalam peluncuran Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Jakarta, Senin (13/03/2021).

Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Itjen Kemendikbudristek) sebagai salah instansi pemerintah yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan pengawasan intern terhadap semua unit kerja/satuan kerja.

Guna meminimalkan risiko penyuapan di dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan intern yang dilakukan oleh pejabat dan staf di Lingkungan Kemendikbudristek, serta tindakan evaluasi agar kejadian suap tidak ditiru/diikuti oleh pejabat/staf lain, maka muncul Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sesuai standar SNI ISO 37001:2016.

SMAP sendiri adalah sistem manajemen yang memberi panduan untuk membantu organisasi mencegah, mendeteksi, dan menanggapi penyuapan serta mematuhi undang-undang anti-penyuapan.

Prinsip Itjen Kemendikbudristek

Sebagai upaya untuk memastikan penerapan SMAP berjalan efektif dan konsisten dalam organisasi, maka ditetapkan berbagai prinsip dasar organisasi yang mengarah pada pembentukan perilaku, kebiasaan, dan budaya kerja anti penyuapan. Berikut tujuh prinsip Itjen Kemendikbudristek Jujur dan Hebat yang terdiri dari nilai-nilai:

1.Integritas

Nilai integritas pimpinan dan pegawai Itjen Kemendikbudristek diharapkan konsisten dan teguh dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan terutama dalam hal kejujuran dan kebenaran dalam tindakan dan mengemban kepercayaan.

2.Kreatif dan inovatif

Memiliki daya cipta kemampuan untuk menciptakan hal baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.

3.Inisiatif

Kemampuan bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan. Artinya, pimpinan dan pegawai Itjen Kemendikbudristek sewajarnya melakukan sesuatu tanpa menunggu perintah.

4.Pembelajar

Pimpinan dan pegawai Itjen Kemendikbudristek harus berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan, pengetahuan dan pengalaman serta mampu mengambil hikmah dan pelajaran atas setiap kejadian.

5.Menjunjung Meritokrasi

Pimpinan dan pegawai Itjen Kemendikbudristek perlu memiliki pandangan yang memberi peluang kepada orang untuk maju berdasarkan kelayakan dan kecakapannya.

  • Terlibat Aktif

Pimpinan dan pegawai Itjen kemendikbudristek harus berusaha mencapai tujuan bersama serta memberikan dorongan, agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaik.

  • Tanpa Pamrih

Pimpinan dan pegawai Itjen kemendikbudristek memiliki nilai pamrih tidak memiliki maksud yang tersembunyi untuk memenuhi keinginan dan memperoleh keuntungan pribadi.

Organisasi dan Konteksnya

Itjen Kemendikbudristek juga melakukan identifikasi isu internal dan eksternal mencapai tujuan utama dalam Tata Kelola Anti Penyuapan. Identifikasi isu internal dan eksternal tersebut meliputi faktor-faktor berikut:

  1. Ukuran dan struktur organisasi Itjen Kemendikbudristek
  2. Sifat, skala dan kompleksitas dari aktivitas operasi Itjen Kemendikbudristek
  3. Proses bisnis Itjen Kemendikbudristek
  4. Entitas dibawah pengendali Itjen Kemendikbudristek
  5. Stakeholders (Pemangku Kepentingan) Itjen Kemendikbudristek
  6. Sifat dan jangkauan interaksi dengan pejabat publik
  7. Peraturan perundang-undangan, regulasi kontrak serta kewajiban dan tugas professional.

Melalui identifikasi isu dalam organisasi, Itjen Kemendikbudristek bisa menetapkan risiko-risiko penyuapan dan mengendalikan serta mencegah hal tersebut terjadi. Dalam mendukung upaya pencegahan penyuapan Itjen Kemendikbudristek terus meningkatkan upayanya melalui SMAP untuk pemerintahan yang lebih baik tanpa korupsi.

Disarikan dari Buku Pedoman SMAP Itjen Kemdikbudristek

Ditulis oleh: M. Rizky Pratama, Romanti

0 komentar

Mari berkomentar

Email anda tidak akan ditampilkan.