Unicamp Preloader
Berita

Mendikbudristek Kukuhkan Bulan Mei sebagai Bulan Merdeka Belajar

Mendikbudristek Kukuhkan Bulan Mei sebagai Bulan Merdeka Belajar

Penulis: Romanti
Salah satu penampilan dalam malam puncak peringatan Bulan Merdeka Belajar, di Yogyakarta, Senin, (29/05/2023). (Foto: BKHM Kemendikbudristek).

(Prambanan, Jogjakarta, Itjen Kemendikbudristek) – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah hari yang sangat besar dan bermakna bagi dunia pendidikan di Indonesia. Sebelum 2023, Hardiknas dirayakan dalam berbagai cara. Namun tahun ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menginisiasi perayaan yang lebih masif dan membahana. Karena itu, Mendikbudristek Nadiem Makarimmengukuhkan bulan Mei sebagai Bulan Merdeka Belajar. Mengusung tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar”, pemerintah bersama beberapa lapisan masyarakat merayakan peringatan Hardiknas tahun 2023 selama satu bulan penuh dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara nasional.

“Layaknya perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang terus kita lanjutkan, semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan penuh semarak sudah sepatutnya untuk kita ulangi. Oleh karena itu, pada malam ini saya mengukuhkan bulan Mei sebagai Bulan Merdeka Belajar yang akan senantiasa kita rayakan dengan semangat untuk memerdekakan pendidikan Indonesia,” ujar Mendikbudristek pada Malam Puncak Hardiknas 2023, di Komplek Candi Prambanan, Yogyakarta (29/5).

Mendikbudristek melanjutkan, semangat luar biasa untuk memeriahkan Hardiknas dalam satu bulan ini, membuktikan bahwa pemerintah dan lapisan masyarakat sudah siap meneruskan cita-cita Ki Hadjar Dewantara yaitu melanjutkan gerakan Merdeka Belajar dan membawa Indonesia melompat ke masa depan.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah ikut serta dalam perayaan Bulan Merdeka Belajar, kepada adik-adik pelajar dan mahasiswa, guru dan dosen, pemerintah daerah dan mitra, beserta seluruh jajaran Kemendikbudristek mulai dari unit utama sampai UPT Dinas,” ucap Mendikbudristek.

Selama Bulan Mei yang merupakan Merdeka Belajar ini, Kemendikbudristek bersama masyarakat telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan. Mulai dari upacara bendera peringatan Hardiknas pada 2 Mei 2023, baik di kantor pusat Kemendikbudristek dan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbudristek. Ada pula Jalan sehat yang dilaksanakan secara serentak di Jakarta dan seluruh provinsi di Indonesia yang dikomandoi oleh UPT Kemendikbudristek dan juga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada 14 Mei 2023.

Untuk versi digital, ada penayangan Siniar Merdeka Belajar yang ditayangkan di Youtube Kemendikbudristek  setiap dua kali dalam satu minggu dengan mengangkat isu praktik baik program Merdeka Belajar dengan menghadirkan narasumber penerima manfaat program Merdeka Belajar baik itu siswa, guru penggerak, kepala sekolah, mahasiswa, dosen dan pelaku seni budaya.

Kemudian ada Bincang Talenta Berprestasi yang menghadirkan para pemenang ajang dan lomba untuk mendapat inspirasi dari para alumni yang telah berhasil di bidang yang ditekuni, pada tanggal 23 Mei 2023

Selain itu, Kemendikbudristek juga menggelar ajang perlombaan seperti lomba kaya jurnalistik, lomba artikel, dan juga lomba foto. Sebagai puncak kesemarakan perayaan, Kemendikbudristek menggelar Karnval Merdeka Belajar yang dimulai dari Benteng Vredeburg dan berakhir di titik 0 Km Yogyakarta dengan menghadirkan 500 insan pendidikan dan kebudayaan, pada 28 Mei 2023.

Tidak hanya kegiatan meriah, Kemendikbudristek juga melakukan ziarah ke Makam Ki Hadjar Dewantara yang berlangsung khidmat pada 29 Mei 2023. Kegiatan yang dilanjutkan pada sore harinya memberikan Anugerah Merdeka Belajar kepada para pegiat pendidikan, para tokoh inspiratif, media, serta pemerintah daerah dan mitra baik itu industri maupun organisasi yang mendukung gerakan Merdeka Belajar di Gedung Trimurti Prambanan.

Sebagai penutup peringatan Hardiknas tahun 2023, Kemendikbudristek menggelar Malam Puncak Hari Pendidikan Nasional di Ramayana, Kompleks Candi Prambanan yang dimeriahkan oleh berbagai kesenian dan budaya Indonesia dengan menghadirkan para talenta-talenta diantaranya O-Star Dance Management, Abraham Kevin, Olivia Nelbra, dan Paduan Suara Unika Atmajaya Yogyakarta.

Menambah daya tarik acara, malam puncak peringatan Hardiknas dikemas dalam operet yang diperankan para peserta didik bertalenta. Operet yang menceritakan keceriaan peserta didik dan semangatnya para pendidik dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar di sekolah yang menerapkan 24 terobosan kebijakan Kemendikbudristek “Merdeka Belajar”.

Kehadiran berbagai terobosan ini merupakan upaya dari Kemendikbudristek untuk mentransformasi dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia secara menyeluruh, yang melingkupi infrastruktur dan teknologi; kebijakan, prosedur, dan pendanaan; kepemimpinan, masyarakat, dan budaya; serta kurikulum, pedagogi, dan asesmen. Kehadiran Merdeka Belajar adalah untuk melahirkan sumber daya manusia unggul berlandaskan.

Mendikbudristek mengatakan, kemeriahan peringatan Hardiknas tahun ini, merupakan bukti atas capaian pemerintah dalam membawa perubahan yang mendorong transformasi dan kemajuan pendidikan melalui gerakan Merdeka Belajar. “Berkat semangat gotong royong yang telah mendarah daging dalam tubuh kita sebagai manusia Indonesia, banyak sekali capaian yang berhasil kita capai dalam waktu cukup singkat,” ucap Mendikbudristek.

Tercatat saat ini peserta didik di lebih dari 350 ribu sekolah telah menikmati proses pembelajaran yang menyenangkan dengan implementasi Kurikulum Merdeka; 2,6 juta lebih guru saling terhubung untuk saling belajar dan berbagi dengan Platform Merdeka Mengajar; serta 470 ribu lebih mahasiswa telah memperoleh kesempatan untuk belajar dan berkarya di luar kampus.

Selain itu, adapula terobosan-terobosan lain seperti Asesmen Nasional, Rapor Pendidikan Indonesia, Perubahan Mekanisme BOS, Revitalisasi Bahasa Daerah, Dana Indonesiana, serta program SMK Pusat Unggulan, program Guru Penggerak, dan pengiriman jutaan buku-buku bacaan berkualitas juga telah memberikan dampak dan manfaat yang nyata.

“Mari kita terus bergerak serentak, berkolaborasi, dan bergotong royong mewujudkan Merdeka Belajar,” tutup Mendikbudristek.